Bus Transjakarta Stop Operasi Selama Empat Jam saat Salat Idul Fitri

oleh

Pelayanan transportasi Ibu Kota selama Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, khususnya pada pelaksanaan Salat Idul Fitri rupanya tidak dioperasikan penuh.

PT Transjakarta memutuskan menghentikan operasional seluruh armada busnya selama pelaksanaan Salat Id.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Humas PT Transjakarta, Bowo. Disebutkan, pelayanan bus Transjakarta selama Hari Lebaran yang diperkirakan jatuh pada Rabu (5/6/2019) mendatang dibatasi oleh pihaknya.

Seluruh armada bus katanya akan berhenti operasi selama empat jam, yakni mulai dari pukul 05.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.

Namun selepas tenggat tersebut, bus beroperasi normal layaknya hari biasa.

“Untuk hari H, layanan jam lima sampai jam sembilan stop, kembali melayani mulai jam sembilan normal seterusnya,” ungkap Bowo dihubungi pada Senin (3/6/2019).

Kebijakan tersebut disesali Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko.

Menurutnya, pelayanan transportasi Ibu Kota tidak boleh berhenti ataupun direkayasa, terlebih ketika waktu penting selama pelaksanaan Salat Ied.

Hal tersebut mengingat keberadaan trayek bus Transjakarta yang telah dapat mengakses seluruh wilayah Ibu Kota.

Selain itu, terdapat sejumlah koridor bus Transjakarta yanv lintasannya melewati sejumlah masjid besar, seperti Masjid Istiqlal di Gambir Jakarta Pusat, Masjid Al Azhar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan maupun Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC) di Koja, Jakarta Utara.

“Jadi layanan commuter itu tidak boleh berhenti, semuanya harus tetap berjalan. Karena banyak masyarakat yang juga ingin pergi ke suatu tempat tanpa harus mengendarai kendaraan pribadi, apalagi trayek dapat menjangkau masjid-masjid besar,” ungkapnya ditemui beberapa waktu lalu.

Terkait keputusan sepihak yang diambil PT Transjakarta tanpa koordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta itu, Sigit secara langsung menghubungi PT Mass Rapid Transit (MRT).

Tujuannya agar pelayanan kereta cepat selama Lebaran tetap berjalan seperti biasa.

“Apalagi MRT, animo masyarakat untuk naik MRT masih sangat tinggi, jadi diharapkan nggak ada rekayasa jam operasional lagi, karena nggak ada alasan, perusahaan bisa atur jadwal piket, kan ada pekerja muslim dan non muslim,” jelasnya.

Sementara itu, Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Kamaludin menyampaikan pihaknya mengoperasikan normal MRT seperti hari biasa, yakni mulai dari pukul 05.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Keputusan tersebut merujuk besarnya jumlah penumpang saat liburan.

“Jadi pertimbangannya karena banyak warga dari luar Jakarta yang ingin naik MRT, karena itu juga kami sudah tambah personel selama Libur Lebaran,” jelasnya dihubungi pada Senin (3/6/2019). ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!