Waspadai Aksi Terorisme Seperti di Sukoharjo, Polrestro Jakarta Selatan Sebar Pasukan

oleh

Kapolrestro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar memimpin Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Malam Takbis.

Apel pasukan itu  untuk memastikan situasi keamanan Jakarta Selatan kondusif.

Tercatat sebanyak 1.090 personel disebar ke sejumlah obyek pengamanan vital serta lokasi-lokasi rawan.

“Kami sebar pengamanan ke beberapa titik kerawanan yang menjadi konsentrasi kita dalam kegiatan pengamanan malam takbir dan dilanjutkan pengamanan salat Idul Fitri besok pagi,” ujar Kombes Indra Jafar, Selasa (4/6/2019) petang.

Dalam kesempatan itu, kapolres berpesan kepada para personel terkait kemungkinan tindakan kriminal tanpa terkecuali aksi terorisme.

Aksi terorisme itu, kata Indra Jafar, diduga menyasar petugas kepolisian seperti yang terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019).

“Ancaman mungkin akan muncul yang pertama dari aspek terorisme. Melihat situasi kemarin di Sukoharjo terjadi bom bunuh diri,” ucapnya lagi.

Menurut dia, kerawanan-kerawanan sosial juga perlu diantisipasi seperti pencurian, pertikaian antar kelompok, dan tawuran di beberapa titik.

“Maka dari itu kita tetap laksanakan patroli ke daerah rawan,” katanya.

Kapolres juga berpesan agar dalam menjalankan tugasnya, petugas senantiasa menjunjung tinggi Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Hati-hati dalam penggunaan senjata, perhatikan betul SOP. Jangan sampai melukai masyarakat, terkecuali tersangka sudah mengancam jiwa, masyarakat maupun petugas,” kata Indra Jafar.

Sementara itu, sebanyak 700 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan malam takbiran di Jakarta Utara.

Ratusan personel tersebut disebar ke sejumlah titik untuk memastikan keamanan saat malam takbiran, Selasa (4/6/2019).

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, para personel tersebut terdiri atas Polisi, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja.

Mereka disebar ke sejumlah titik untuk memberikan keamanan bagi warga Jakarta Utara. 

“Tugas-tugas personel ini adalah melakukan pelayanan dan pengamanan terhadap warga yang akan melaksanakan takbiran,” kata Budhi, Selasa (4/6/2019). 

Pada kesempatan itu Budhi mengimbau kepada masyarakat agar tidak turun ke jalan untuk merayakan Hari Kemenangan setelah satu bulan penuh berpuasa.

Alasannya, pada malam takbiran tidak menutup kemungkinan terjadi kerawanan saat melakukan takbiran keliling. 

“Tapi apa pun nanti yang terjadi kita tetap melayani dan mengamankan kegiatan masyarakat,” kata Budhi.

Selain itu, petugas juga sudah melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh agama di Jakarta Utara perihal kegiatan takbiran keliling. 

Menurut Budhi, mereka memutuskan untuk tidak menggelar takbiran keliling.

“Kami sudah mendapatkan jawaban dari beberapa tokoh agama bahwa mereka tidak mengadakan takbiran keliling namun memutuskan takbiran di tempat ibadah,” tutur Budhi Herdi Susianto.

()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!