Dua Petinggi Gerindra Jadi Penjamin Eggi Sudjana Agar Penahanan Ditangguhkan Jelang Lebaran

oleh

Kuasa Hukum tersangka kasus makar Eggi Sudjana, Abdullah Alkatiri, mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa (4/6/2019).

Dia meminta penangguhan penahanan terhadap Eggi yang ditahan di Polda Metro Jaya sejak Selasa (14/5/2019) atau tiga pekan lalu.

Menurut Abdullah, sudah ada dua nama petinggi Gerindra yang siap menjamin penangguhan penahanan kliennya yakni Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan anggota Komisi III DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Bahkan, kata dia, selain Fadli dan Dasco bisa ada nama lain yang bakal menjadi penjamin agar kliennya bisa bebas sementara.

“Saya tidak tau selain dua nama tersebut Pak Fadli Zon dan Pak Dasco. Sebab, mungkin saja ada juga penjamin yang lain buat Pak Eggi,” kata Abdullah.

Oleh karena itu, dia akan memohon kepada pihak kepolisian untuk membebaskan Eggi agar bisa berlebaran bersama keluarganya di rumah.

“Kami mencoba bertemu dengan pimpinan dan meminta kebijakan, karena sudah mau hari raya,” kata Abdullah.

Namun Abdullah tidak bisa memprediksi peluang kebebasan Eggi hari ini.

Dia berharap, kliennya bernasib sama seperti Lieus Sungkharisma, tersangka makar yang sudah dibebaskan polisi dan Mustofa Nahrawardaya, tersangka kasus berita  bohong lewat media soaial.

Keduanya dibebaskan sementara oleh polisi sejak Senin (3/6/2019).

Sebelumnya,  anggota tim advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hendarsam Marantoko yakin bisa membebaskan sementara Eggi Sudjana.

“Keluarga sudah berkoordinasi dengan kita supaya Bang Eggi bisa dikabulkan permohonan penangguhannya,” kata Hendarsam.

Hendarsam mengatakan bahwa pihaknya berupaya memperkuat permohonan tim kuasa hukum Eggi.

Dia juga memastikan sudah menggaet anggota Komisi III Sufmi Dasco Ahmad sebagai penjamin Eggi untuk permohonan penangguhannya. “Kita lihat prosesnya seperti apa,” kata Hendarsam.

Menurut Hendarsam,  tak sulit membebaskan Eggi  karena penangguhan penahanan merupakan diskresi penyidik.

“Itu diskresi penyidik. Karena penangguhan itu masalah diskresi atau keyakinan penyidik apakah unsurnya dipenuhi atau enggak,” katanya.

“Jadi lebih ke arah situ, karena kewenangan penyidik juga untuk melakukan penahanan. Begitu juga melepaskannya dengan dialihkan tahanan atau ditangguhkan,” ujar Hendarsam. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!