Ketua Pedagang Parcel Cikini Sebut Omzet Merosot Hingga 60 Persen

oleh

Pedagang parcel yang berada di sekitar Stasiun Cikini mengeluh omzet penjualan menurun tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini bahkan mencapai 50-60 persen.

“Biasanya H-3 parcel-parcel sudah habis. Sekarang masih banyak,” kata Adi Kuswara (48) yang menjadi Ketua Pedagang Parcel Cikini (KP2C) yang ditemui Wartakotalive.com, Selasa (4/6/2029). Namun ia enggan merinci secara nominal akibat penurunan omzetnya.

Menurutnya penurunan ini akibat situasi politik yang membuat sebagian orang takut untuk belanja parcel. Bahkan ia menduga para bos-bos yang biasa dikirimi parcel ada yang sudah pergi ke luar negeri.
Adi  Kuswara

Adi Kuswara (Warta Kota)

“Bahkan hampir seminggu tanggal 19-25 Mei ngga ada satupun pembeli. Padahal kami tetap jualan. Walaupun waspada tapi kami tetap buka tapi ngga ada yang beli,” kata Adi yang menghimpun 80 pedagang parcel sekitar Cikini ini.

Menurutnya situasi politik kemaren tidak menyurutkan para pedagang membuka lapak karena sebagian besar merupakan orang Cikini dah sudah puluhan tahun berusaha parcel.

“Sebenernya tahun ini agak gambling memang dari persiapanya. Tapi sebagai pedagang kan harus menyediakan,” kilahnya.
Parsel di Cikini

Parsel di Cikini (Warta Kota)

Mengenai harga, ada kenaikan sedikit namun semata-mata kenaikan bahan baku. Harga yang paling diminati berkisar antara Rp300.000-Rp400.000. Walaupun di Cikini juga menyediaka parcel hingga berharga jutaan rupiah.

Rencananya para pedagang parcel di seputaran Cikini masih tetap berjualan hingga malam Takbiran, menunggu calon-calon pembeli di jam-jam terakhir Ramadan.

“Yang masih bertahan sampai malam takbiran ngga lebih 15 pedagang. Sisanya sudah tidak jualan lagi,” kata Adi yang sudah berjualan parcel sejak 30 tahun yang lalu ini. (Lis) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!