Lieus Sungkharisma: Bagi yang Susah Diet, Masuk ke Rumah Tahanan Minta Pasal Makar, Dijamin Kurus

oleh

LIEUS Sungkharisma, tersangka kasus dugaan makar dan penyebaran hoaks, mengungkap sisi positif berada dalam rumah tahanan Polda Metro Jaya.

Ia mengaku sisi positif yang didapat adalah berat badannya dapat turun dengan cepat hingga delapan kilogram (Kg) lantaran ditahan.

“Di dalam saya juga terima kasih, karena 8 kg turun berat badan saya. Di luar turun setengah kilo saja susah. Ini dua minggu 8 kg,” ungkap Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Senin (3/6/2019)..

Dengan wajah semringah, Lieus Sungkharisma mengatakan dirinya berusaha mengambil pelajaran dari kasusnya tersebut.

Pria berambut putih ini juga mengaku akan berusaha agar berat badannya tak kembali seperti semula atau menjadi gendut lagi.

Kemudian, ia melempar candaan bagi orang-orang yang ingin menurunkan berat badannya namun kesulitan. Ada cara efektif, yakni meringkuk di jeruji besi.

“Saya pikir ke depan ini pasti akan lebih baik pelajaran yang kita ambil termasuk saya sendiri. Saya akan berusaha menjaga supaya jangan gemuk lagi,” paparnya.

“Bagi yang mau diet (tapi) susah, masuk ke dalam (rumah tahanan) minta pasalnya makar. Dijamin kurus,” seloroh Lieus Sungkharisma.

Sebelumnya, Lieus Sungkharisma menceritakan kisahnya selama meringkuk di jeruji besi.

Lieus Sungkharisma bercerita sel tahanan yang menjadi rumahnya selama dua pekan itu, bersebelahan dengan sel tahanan milik Eggi Sudjana.

“Eggi itu kamarnya sebelah saya. Dia sel nomor 3, saya nomor 2,” ujar Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (3/6/2019).

Namun, selama berada di sel berukuran 1 meter x 3,5 meter itu, mereka kesulitan untuk saling berkomunikasi.

Ada beberapa penyebab mengapa hal itu bisa terjadi menurut pria berambut putih tersebut.

Pertama, cara berkomunikasi dengan Eggi Sudjana hanya bisa dilakukan melalui lubang kecil berbentuk persegi panjang pada bagian pintu yang memisahkan keduanya.

Namun, ketika Lieus Sungkharisma berbicara, suara yang dikeluarkan tidak menuju ke arah sel Eggi Sudjana, namun ke arah depan sel. Sehingga, suaranya pun tak terdengar jelas.

“Cuma susah ketemu, karena kita pintunya cuma segini (ukuran semata). Kalau saya panggil suaranya ke sana (depan) enggak ke situ (kamar Eggi Sudjana). Komunikasi susah sekali,” ungkapnya.

Penyebab kedua adalah perbedaan aktivitas Lieus Sungkharisma dan Eggi Sudjana. Salah satunya seperti saat beribadah.

Lieus Sungkharisma mengaku kerap menghabiskan waktunya di malam hari untuk beribadah lantaran dia beragama Buddha. Saat dirinya beribadah, ia mengaku Eggi Sudjana tengah beristirahat.

Sedangkan saat Eggi Sudjana berbuka puasa, dirinya tidak melakukan hal yang sama lantaran tidak berpuasa.

“Giliran dia (Eggi Sudjana) buka puasa, saya agama Buddha, saya enggak puasa. Giliran saya sembahyang jam 12 malam dia lagi tidur,” bebernya.

Lebih lanjut, Lieus Sungkharisma mengaku akan menjenguk Eggi Sudjana setelah dirinya mendapatkan penangguhan penahanan.

Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjamin dirinya sehingga ia bisa kembali menghirup udara bebas.

“Besok juga saya besuk kok, kasih semangat sama semua teman-teman. Lihat ya, ini kan cuma dinamika lah ya, semua juga nanti pasti bebas,” tuturnya.

Lieus Sungkharisma meninggalkan rumah tahanan Polda Metro Jaya pasca-penangguhan penahanannya dikabulkan, Senin (3/6/2019).

Pantauan Uri.co.id, Lieus Sungkharisma yang mengenakan kemeja biru muda serta celana pendek, langsung mengacungkan dua jarinya saat menghirup udara bebas.

Tak hanya mengacungkan jarinya membentuk simbol dukungan kepada kubu 02, ia juga turut tertawa seraya menyatakan dukungannya.

“Tetap nomor dua dong,” cetusnya.

Setelahnya, Lieus Sungkharisma berterima kasih kepada kuasa hukumnya yang terus mendampinginya.

Selain itu, ia juga berterima kasih kepada Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Sebab, Dasco-lah yang menjadi penjamin penangguhan penahanan, sehingga dirinya bisa kembali beraktivitas di luar bui.

“Saya terima kasih banyak pengacara saya (Hendarsam) ini dari BPN Prabowo-Sandi, saya happy artinya saya dapat perhatian,” ujarnya.

“Kepada Pak Dasco itu tadi pagi besuk saya dan karena mengupayakan penangguhan penahanannya,” bebernya.

Sebelumnya, Lieus Sungkharisma ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar dan ditangkap oleh kepolisian pada Senin (20/5/2019).

Laporan terhadap Lieus Sungkharisma telah teregistrasi dengan nomor LP/B/0441/V/2019/ BARESKRIM tersebut tertanggal 7 Mei 2019.

Lieus Sungkharisma dijerat Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 an/atau Pasal 15, Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 jo Pasal 107. (Vincentius Jyestha) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!