Saat Den Bagus Mulai Senang Bermain Musik, Dwi Sasono Hanya Membuatkan Drum dari Pipa Pralon

oleh

Buah yang jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.

Peribahasa tersebut layak menggambarkan keluarga selebritas Dwi Sasono (39) dan Widi Mulia Sunarya (40).

Seperti orangtuanya, ketiga anak pasangan aktor film dan penyanyi tersebut perlahan mulai mengikuti jejak-jejak karya orangtuanya.
Aktor Dwi Sasono ketika berkunjung ke Redaksi Warta Kota, Jalan Palmerah Barat, Palmerah, Jakarta Pusat, 21 Mei 2019. Dwi Sasono mempromosikan film komedi terbarunya berjudul Mendadak Kaya.

Aktor Dwi Sasono ketika berkunjung ke Redaksi Warta Kota, Jalan Palmerah Barat, Palmerah, Jakarta Pusat, 21 Mei 2019. Dwi Sasono mempromosikan film komedi terbarunya berjudul Mendadak Kaya. (Warta Kota/Alex Suban)

Dru Prawiro Sasono (11), Widuri Putri Sasono (9) dan Den Bagus Satrio Sasono (4), mulai menunjukkan ketertarikannya masing-masing pada dunia seni peran dan tarik suara.

Dwi Sasono maupun Widi Mulia tidak pernah memaksakan keinginan putra dan putrinya itu mengikuti langkah mereka.

Anak-anak tersebut tertarik dengan sendirinya karena melihat apa yang selama ini telah dikerjakan ayah dan ibunya.

“Anak-anakku senang bermain musik, bernyanyi dan berakting, meski kami sebagai orangtuanya tidak pernah merayu dan meminta mereka demikian,” kata Dwi Sasono saat berbincang di Redaksi Warta Kota, Jalan Palmerah Barat, Palmerah, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Dru Prawiro Sasono mulai jatuh cinta bernyanyi dan bermain gitar, sementara Widuri Putri Sasono juga ikut bernyanyi dan bermain piano, sambil berakting di film layar lebar.
Dwi Sasono

Dwi Sasono (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Keluarga Cemara yang laris ditayangkan di bioskop Indonesia dan menjadi salah satu film box office Tanah Air adalah karya pertama Widuri Putri Sasono.

“Sedangkan Den Bagus juga mulai senang bermain drum. Sejak umurnya 1,5 tahun, Den Bagus ini mulai senang memukuli sesuatu,” kata Dwi Sasono.

Saat mengetahui kesukaan Den Bagus memukul-mukul banyak benda, Dwi Sasono tidak langsung membelikan putra bungsunya itu drum mahal.

Dwi Sasono hanya membuatkan drum dari pipa pralon bekas saja.

Setelah dibuatkan drum dari pipa pralon itu, Den Bagus semakin senang memukul dan mengikuti gaya layaknya penabuh drum.

Dwi Sasono lalu membuatkan drum yang biasa dipakai pengamen untuk Den Bagus.
Dwi Sasono dan Widi Mulia bersama Dru Prawiro Sasono dan Widuri Putri Sasono, tanpa si bungsu Den Bagus Satrio Sasono.

Dwi Sasono dan Widi Mulia bersama Dru Prawiro Sasono dan Widuri Putri Sasono, tanpa si bungsu Den Bagus Satrio Sasono. (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Kesukaan Den Bagus pada alat musik perkusi itu justru semakin terlihat nyata, hingga kemudian Dwi Sasono membelikannya mini drum.

“Saat Den Bagus tertarik main drum, saya merasa dia ingin mengimbangi kakak-kakaknya yang juga main musik,” ujar Dwi Sasono.

Belum lama ini Den Bagus sempat diajak tampil kedua kakaknya bermain musik untuk memeriahkan acara Syndrome Day di sebuah pusat belanja di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Semula, Dwi Sasono dan Widi Mulia ragu melihat si kecil tampil menabuh drum diatas panggung besar.
Dwi Sasono

Dwi Sasono (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

“Saat itu Den Bagus bermain drum untuk pertama kali di acara Syndrome Day yang ditonton banyak orang. Saya pikir dia nggak pede, grogi, dan akan berhenti ditengah jalan, eh ternyata dia pede habis di panggung,” kata Dwi Sasono tertawa.

Ketiga anak tersebut bisa dan mampu melakukannya karena melihat orangtuanya.

“Kalau anak-anak bisa akting karena melihat ayahnya, kalau bisa menyanyi karena melihat ibunya,” ujar Dwi Sasono. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!