Dejan Lovren Lakukan Vandalisme Untuk Sebuah Kenang-kenangan

oleh

Liverpool menjadi juara Liga Champions bukanlah peristiwa yang terjadi setiap tahun.

Bahkan, The Reds, julukan Liverpool, baru berhasil menjadi kampiun Eropa ini lagi setelah 14 tahun menunggu.

Maka tak mengherankan jika Dejan Lovren membutuhkan sebuah kenang-kenangan, dari pertandingan yang menjadikan klubnya, dan juga dirinya, menjadi juara Liga Champions.
Dejan Lovren dengan trofi Liga Champions.

Dejan Lovren dengan trofi Liga Champions. (Instagram/dejanlovren06)

Bek Liverpool ini tidak main-main dalam hal mencari benda kenangan tersebut. Dengan berbekal sebuah gunting, dengan santai dia menggunting sebagian jala gawang di Stadion Wanda Metropolitano, seusai laga berakhir.

Uniknya, terlihat dalam foto yang dilansir Daily Mail, saat Lovren menggunting jala gawang, putranya menunggui aksi sang ayah dengan lugu.

Sementara seorang petugas Stadion Wanda Metropolitano juga hanya bisa termangu, tak bisa menghentikan tindakan vandalisme pemain Liverpool ini.

Menurut Daily Mail, Lovren tak bermain dalam pertandingan itu, yang dimenangi Liverpool dengan skor 2-0 tersebut.

Bek berpaspor Kroasia itu hanya menjadi pemain pengganti, yang tidak diturunkan oleh Juergen Klopp, Pelatih Liverpool.

Namun, hal itu tak menghalangi Lovren untuk memperoleh medali, sebab dia tampil tiga kali dalam Liga Champions musim ini.

“Sulit digambarkan dengan kata-kata apa yang telah terjadi. Kami sangat layak menjuarai ini, lebih dari tim mana pun. Gol di awal pertandingan dan akhir pertandingan menghabisi mereka,” ujar bek berusia 29 tahun ini.

Wajar Lovren sangat bahagia dengan kemenangan ini, sebab tahun lalu dia gagal menjadi juara di kompetisi Liga Cgampions musim 2017-2018.

Bahkan Lovren memasang foto dirinya pada tahun lalu, terduduk di lapangan sambil menangis sesenggukan.

Dia menyandingkan foto tersebut dengan situasi terbaru, dirinya mengangkat trofi Liga Champions dengan sangat bangga.

“Ini untuk kalian suporter Liverpool di seluruh dunia. Terima kasih dari dasar hatiku yang terdalam,” tulisnya menyertai foto tersebut

Sebagaimana sudah diwartakan sebelumnya, Liverpool menjadi juara Liga Champions musim ini, berkat gol Mohamed Salah dan Divock Origi.

Salah memberikan keunggulan cepat bagi The Reds, melalui tembakan dari titik penalti.

Sementara Origi semakin memantapkan kemenangan Liverpool, dengan gol di menit ke-87.

Gelar ke-6

Kemenangan di Madrid dini hari tadi merupakan gelar Liga Champions ke-6 yang pernah diraih Liverpool.

Gelar sebelumnya diperoleh The Reds pada tahun 2005, dalam sebuah kemenangan dramatis atas AC Milan di Istanbul, Turki.

Klub ini pertama kali menjuarai Liga Champions pada tahun 1977, setelah mengalahkan Borussia Moenchengladbach dengan skor 3-1.

Gelar kedua diperoleh setahun kemudian, setelah mengalahkan Club Brugge 1-0 di Wembley Stadium.

Trofi ketiga baru datang tiga tahun kemudian, setelah mengalahkan Real Madrid 1-0 di Paris.

Tiga tahun kemudian, The Reds memenangi gelar kampiun Eropa keempat lewat adu penalti kontra AS Roma. Pertandingan di Stadion Olimpico Roma itu berakhir 1-1 setelah 120 menit, sehingga harus ditentukan dengan adu penalti.

Liverpool berhasil melesakkan empat gol, dibandingan Roma yang hanya mencetak 2 gol di adu penalti tersebut,

Adu penalti juga dibutuhkan Liverpool, saat mereka menjuarai Liga Champions tahun 2005, mengalahkan Milan.

Laga ini disebut-sebut paling dramatis, sebeab Liverpool sempat tertinggal 0-3 di babak pertama. Namun, tiga gol di babak kedua memaksa pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.

Tiga pemain Milan gagal menyarangkan gol, sehingga Liverpool yang menjadi juara.  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!