Di Rest area Km260B, Bisa Istirahat Sekaligus Wisata Sejarah

oleh

Jalan Tol Transjawa memang membuat mudik menjadi lebih cepat, karena tak ada lagi hambatan yang membuat kendaraan melambat, sebagaimana biasa terjadi di jalur arteri.

Hanya saja, jalan tol yang panjang dan lurus lebih cepat membuat pengemudi bosan, dan ujung-ujungnya mengantuk. Karena itu, pengemudi dianjurkan beristirahat saat mulai merasa bosan melihat jalan.

Tempat istirahat, atau biasa disebut rest area, sudah tersedia di sepanjang Jalan Tol Transjawa. Bahkan, rest area di KM 260B Tol Pejagan-Pemalang sangatlah istimewa, dan layak dihampiri.

Kenapa? Soalnya, di tempat ini para pemudik bisa berwisata disebuah pabrik gula.

Rest area tersebut berdiri di lahan bekas Pabrik Gula (PG) Banjaratma, yang kini telah direnovasi menjadi museum.

Sebagaimana dilansir laman Gridoto.com, rest area tersebut memiliki konsep warisan budaya, atau sering disebut heritage, karena beberapa bagian bangunan tersebut dibiarkan, seperti saat pabrik gula masih beroperasi.

Yang pasti, bangunan ini sangat instagramable, sehingga sayang jika Anda yang senang foto-foto melewatkan tempat ini. Pasalnya, kesan antik masih terlihat di tempat ini.

Wisata sejarah

Anda yang suka dengan cerita sejarah juga cocok berjalan-jalan di tempat ini. Pasalnya, banyak cerita sejarah, khususnya yang terkait produksi gula zaman dahulu.

Pengunjung bakal merasakan seakan sedang menelusuri perjalanan pembuatan gula di masa lalu.

Di tempat ini ada bekas-bekas ruang dan peralatan, tungku, mesin ‘roda gila’, dan lorong-lorong bekas ‘mesin’ uap.

Pabrik gula ini memang menggunakan teknologi uap sebagai penggerak mesinnya, bukan kayu maupun batubara.
Bagian bekas pabrik kini menjadi arena kios yang menjual aneka penganan.

Bagian bekas pabrik kini menjadi arena kios yang menjual aneka penganan. (Gridoto.com)

Saat ini bagian dalam pabrik sudah direnovasi, sehingga bisa memuat kios-kios tempat menjual makanan hingga cafe serta minimarket.

Juga ada beberapa fasilitas umum lainnya seperti toilet dan taman.

Di rest area seluas 11 hektare ini ada 64 stan UMKM dan 52 stan usaha kategori besar.

Lantaran berkategori A, sejumlah fasilitas pun dibangun. Seperti SPBU, masjid, bengkel, klinik, parkir kendaraan kecil, serta berat.

Dengan perubahan drastis seperti itu, pihak PTPN IX, yang memiliki  Pabrik Gula (PG) Banjaratma, mengharapkan tempat itu kembali hidup, meski dalam bentuk yang berbeda.

Sekelumit sejarah

PG Banjaratma terletak di Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Menurut informasi yang dilansir laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, pabrik ini didirikan  pada tahun 1908, oleh N.V. Cultuurmaatschappij , sebuah perusahaan perkbunan yang berbasis di Amsterdam.

Pada tahun 1918, status PG Banjaratma ditingkatkan menjadi  proefstations, atau  tempat khusus untuk melakukan penelitian ilmiah terhadap budidaya dan proses produksi gula, sehingga memperoleh produksi yang optimal.

Kegiatan proefstations diperkenalkan oleh Gerrit Jan Mulder pada tahun 1848, dengan uji coba di Pabrik Gula di Bogor.

Menurut Mulder, sebagai penasehat Pemerintah Hindia Belanda,  produsen gula seharusnya menerapkan teknologi yang paling optimal, bukan teknologi paling modern.

Teknologi yang paling optimal adalah teknologi yang disesuaikan dengan situasi setempat, dalam hal ini di Pulau Jawa, sehingga proses kerja menjadi ekonomis untuk pabrik gula mau pun pemerintah.

Karena itulah, PG Banjaratma menggunakan teknologi mesin uap, dengan basis air sebagai penggerak mesin uap. Teknologi ini dinilai lebih ekonomis untuk pabrik gula di Jawa pada masa itu.

Teknologi yang lebih modern, yakni mesin yang menggunakan bahan bakar batubara atau kayu, dianggap menyebabkan biaya produksi terlalu mahal sehingga mengurangi keuntungan.

Sayangnya, seiring perkembangan zaman, teknologi mesin uap di Banjaratma tidak ekonomis lagi. 

Setelah mengalami kerugian bertahun-tahun, pabrik gula di Brebes ini harus ditutup pada tahun 1997.

Sebagian mesinnya dipindahkan ke pabrik gula di Jatibarang.

Saat ini kegiatan di bekas pabrik gula itu kembali hidup, namun dalam bentuk yang berbeda.

Artikel ini telah tayang sebelumnya di GridOto.com berjudul “Hiiii…, Rest Area KM 260B Ini Dibuat Dari Bekas Pabrik Gula Peninggalan Belanda Sob!” ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!