Untuk Para Pemudik, Tips Perjalanan Pulang Kampung Lancar dan Menyenangkan Keluarga

oleh

Tradisi mudik memang selalu ditunggu-tunggu kaum Muslimin saat merayakan Lebaran.

Urusan mudik saat Bulan Suci Ramadan kerap membutuhhkan usaha yang tidak ringan dan biaya tinggi.

Apalagi juga Anda membawa anggota  keluarga dengan rentang usia jauh bersama ibu hamil,  balita, dan lansia.

Oleh karena itu, lakukan   persiapan matang merencanakan mudik agar perjalanan lancar dan tentunya membahagiakan.  

Selain itu, Anda juga harus memerhatikan kesehatan saat pulang ke kampung halaman.

Dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, sebaiknya sebelum melakukan mudik pastikan kesehatan dan lakukan  konsultasi ke dokter.

Menurut Reisa, Anda juga harus memperhatikan lama waktu perjalanan yang dibutuhkan hingga tiba di tempat sanak kerabat.

Hal lain yang harus diperhatikan misalnya bagaimana kondisinya selama perjalanan.

Pastikan juga ada di mana saja rest area atau fasilitas kesehatan di tempat yang akan dilewati.  

Tak kalah penting, Anda harus membawa obat-obatan yang diperlukan selama perjalanan. Apalagi yang punya penyakit tertentu.

Bila sedang berpuasa, pastikan  selama perjalanan mudik harus tetap makan yang teratur dan jangan telat.

“Seriangkali ada yang takut ke toilet jadinya tidak mau minum, atau menahan buang air kecil dan buang air besar. Kalau itu dilakukan malah jadi kena penyakit,” kata  Reisa kepada Wartakota di sela acara peluncuran PruPrime Healthcare di Prudential Center, Senin (20/5/2019).

Dia pun menyarankan, para pemudik membawa bekal selama perjalanan untuk memastikan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Apalagi makanan buat si kecil. Terutama untuk balita yang masih makan Makanan Pendamping ASI (MPASI) harus dibuat sendiri saja di rumah dan bisa cepat disiapkan saat dalam perjalanan.

Selain makanan dan minuman, Dokter Reisa juga menyarankan agar memerhatikan pola tidur.

Apakah selama di perjalanan harus menginap atau tidak. Dia tidak menyarankan para pemudik tidur di dalam mobil.

Perempuan yang pernah menjadi pembawa acara di Dokter Oz Indonesia ini mengatakan, ketika terpaksi tidur di mobil, jendela mobil harus terbuka lebar.

Namun kondisi itu bisa membuat hawa di dalam mobil panas dan debu masuk.

Tapi, jika  AC di nyalakan saat Anda tidur di dalam mobil dalam keadaan jendela tertutup bisa sangat membahayakan.

Alasannya, jika ada kebocoran zat monoksida dan di dalam mobil  kondisinya tertidur semua, maka bisa menyebabkan pingsan bahkan merengut nyawa.

“Harus dipikirkan jam berangkat dan sampai ke tujuan. Apakah perlu menginap apa tidak. Apa berangkatnya diatur agar tidak perlu menginap.”

“Kalaupun terpaksa kemalaman,sebaiknya menyewa penginapan saja.  Agar istirahatnya juga lebih rileks,” ujar Reisa. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!