Ini Penuturan Warga Mengenai Video Viral Pria Dipukul Anggota Brimob di Kampung Bali

oleh

Sebuah video viral kerusuhan Aksi 22 Mei, seorang pria dipukuli oleh sejumlah anggota Brimob di sekitar Masjid Al-Huda Jalan Kp Bali, Tanah Abang.

VIDEO tersebut mencuat ke media sosial, dan memancing reaksi beberapa pihak.

Namun pihak kepolisian pun akhirnya mengungkapkan fakta jika pria dalam video tersebut tidak meninggal dunia.

Pria tersebut diakui bernama Andri Bibir (30), bukanlah seorang remaja yang masih belasan tahun seperti yang beredar di media sosial.

Diketahui juga Andri Bibir merupakan warga Kampung Duri Barat, RT 015/ RW 008, Kelurahan Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat. Kini Andri pun masih dalam tahanan Polda Metro Jaya.

Ketika Warta Kota mencoba menelusuri alamat Andri Bibir di Kampung Duri Barat, RT 15/08 banyak di antara warga tidak mengetahui mengenai Andri Bibir.

Bahkan beberapa base camp ojek online yang ada di sekitar lokasi mengatakan tidak mengenal Andri Bibir.

“Gak tahu mas, ngak pernah liat coba yang lain deh,” kata seorang warga, Sabtu (25/5/2019).

Tak hanya itu beberapa warga lain juga mengaku tak begitu mengenal nama andri bibir.

Tapi sayangnya saat dikonfirmasi ke Rumah Ketua RT 15 yang bersangkutan sedang tidak berada di lokasi.

“Tanya lagi pergi mas, lagi ngak ada,” kata seorang warga.

Dilokasi terpisah, Warta Kota mencoba menelusuri lokasi kejadian di belakang halaman Masjid Al Huda, Tanah Abang.

Di mana lokasi tersebut merupakan lokasi pria yang dipukuli oleh anggota brimob, sesuai dengan video yang beredar.

Salah seorang warga Bimo (34) mengatakan pria yang beredar dalam video tersebut diyakini bukan Andri Bibir.

Meskipun ia mengaku tidak mengenal Andri Bibir.

Di lokasi pemukulan itu memang kerap kali ditempati oleh beberapa anak-anak remaja yang biasa beroperasi sebagi tukang parkir.

“Kalo itu bukan orang sini, Kalo orang sini mah apal saya. Orang tiap hari di sini,” katanya.

Sementara waktu ketua RT 02, Jalan KP Bali, Tanah Abang, Winda Deviyanti mengatakan jika beberapa orang yang diamankan di lokasi itu ada 4 orang. Dua diantaranya bernama Marcus dan Andre, keduanya pun juga bukan orang yang tinggal di wilayahnya.

Sedangkan beberapa warganya mengaku hanya mengamankan lingkungan dari beberapa orang luar yang mencoba masuk ke dalam lingkungan wilayahnya.

“Ini yang waktu pagi-pagi ketangkep juga emang ada orang sini satu tapi ada juga orang luar. Kita gak bisa prediksi kan ada orang luar masuk ke sini gitu. Ya ngak tau juga ikut-ikutannya atau ngga tapi yang jelas kita jaga lingkungan dulu,” ujarnya.

Menurutnya lokasi tersebut menang di jadikan tempat kumpul para remaja yang berprofesi sebagai tukang parkir.

“Kalo di sana mah siapa aja, kadang-kadang ada dari pondok kacang juga campur. Kalo di sini enggak ke dalem-dalem kebanyakan orang luar,” ucapnya. (JOS) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!