Sistem Satu Arah di Tol, Rest Area Disepanjang Tol Siap Digunakan

oleh

Sistem satu arah bagi Jasa Marga salah satunya adalah solusi untuk mengatasi macet yang disebabkan rest area.

Jarak antar rest area itu 20 kilometer. Dan yang terjauh 52 kilometer. Yang terjauh itu ada di ruas Kertosono-Mojokerto.

WARTA KOTA, PALMERAH— Mudik Lebaran tahun ini diprediksi akan banyak orang yang melewati jalur darat, khususnya Tol Trans Jawa.

Maka PT Jasa Marga yakin rest area di sepanjang jalur tol sudah memadai.

Untuk mengatasi kemacetan, pemerintah sudah menetapkan untuk memberlakukan sistem one way di sepanjang jalur Tol Trans Jawa pada tanggal-tanggal yang diperkirakan akan terjadi puncak arus mudik dan balik.

Desi Arryani, Direktur Utama PT Jasa Marga, mengatakan, sistem satu arah bagi Jasa Marga salah satunya adalah solusi untuk mengatasi macet yang disebabkan rest area.

“Dengan sistem ini, traffic menjadi rata, dan rest area bisa sama-sama terisi,” kata Desi baru-baru ini.

Desi mengatakan, rest area itu ada regulasinya tiap berapa kilometer.

“Ada tiga tipe rest area, yang terbesar itu tipe lengkap dari toilet, parkir, masjid, sampai SPBU. Lalu, tipe yang sedang tanpa SPBU. Setelah itu, tipe yang kecil tanpa penjual makanan. Semua sudah ada regulasinya,” jelas Desi.

Dengan tersambungnya Tol Trans Jawa, Desi mengatakan, itu semua sudah tersedia.

Dengan jarak yang sudah diatur, Desi juga mengatakan bahwa sebetulnya masyarakat bisa tertib.

“Kami mengimbau kepada pemudik untuk beristirahat setiap 2 jam atau 400 km, dari sisi jarak semua sudah memadai. Berhentilah di rest area berikutnya jika rest area yang ditemui sudah penuh, sehingga tidak menimbulkan kemacetan,” kata Desi.

Ada dua tipe

Sementara itu, di sepanjang ruas Tol Trans Jawa tersedia 71 rest area atau tempat istirahat bagi pemudik, meski belum sepenuhnya rest area tersebut dapat beroperasi secara maksimal.

Ada dua jenis tempat istirahat di ruas Tol Trans Jawa, yakni tempat istirahat tipe A dan tipe B.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Ranto Parlindungan Rajagukguk, mengatakan, tempat istirahat tipe A yang menyediakan pelayanan berupa SPBU, tempat makan, toilet hingga masjid.

Sedangkan tempat istirahat tipe B yang tidak dilengkapi SPBU, namun terdapat toilet, mushola, dan tempat makan.

Dari jumlah tersebut, saat ini tempat istirahat yang telah beroperasi penuh hanya ada 55 buah.

“16 lainnya masih dalam tahap konstruksi,” kata Ranto, beberapa waktu lalu.

Keberadaan tempat istirahat itu terbagi, 35 di antaranya berada di jalur A dan 36 sisanya berada di jalur B.

Untuk di jalur A, jumlah tempat istirahat tipe A ada 16 buah dan tempat istirahat tipe B ada 12 buah.

Sementara yang masih dalam tahap konstruksi ada empat buah tempat istirahat tipe A dan tiga buah tempat istirahat tipe B.

Adapun di jalur B, jumlah tempat istirahat tipe A terdapat 14 buah dan 13 buah tempat istirahat tipe B.

Sedangkan yang masih dalam tahap konstruksi terdapat enam tempat istirahat tipe A dan tiga tempat istirahat tipe B.

“Jarak antar rest area itu 20 kilometer. Dan yang terjauh 52 kilometer. Yang terjauh itu ada di ruas Kertosono-Mojokerto,” katanya.

Kepala BPJT, Danang Parikesit, berharap, masyarakat dapat memetakan keberadaan tempat istirahat tersebut.

Terlebih, bagi mereka yang akan melakukan perjalanan mudik pulang ke kampung halaman saat musim Lebaran mendatang.

“Artinya begini, kalau tahu ruas yang terjauh di Kertosono-Mojokerto, kan harus siap-siap. Misalnya, mereka harus sudah mengisi bahan bakar sebelumnya, kalau perlu ada makan atau minuman di mobil, jadi harus bawa bekal,” kata Danang.

Uri.co.id Jasa Marga Klaim Rest Area Tol Trans Jawa Sudah Memadai ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!