Pemilih Cekik Petugas KPPS Ditetapkan Tersangka

oleh

WARTA KOTA, PALMERAH— Ketua Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Badan Pengawas Pemilu Jakarta Utara, Benny Sabdo, menyatakan, pencekik petugas KPPS atas nama Ivan Valentino ditetapkan tersangka oleh Penyidik Gakkumdu Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (10/5/2019).

Benny mengatakan, penyidik menyimpulkan Ivan melakukan kegiatan yang menimbulkan gangguan ketertiban dan kententraman pelaksanaan pemungutan suara.

Peristiwa itu terjadi di TPS 071 Karang Bolong Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Tersangka melakukan gangguan ketertiban dalam bentuk tindak kekerasan terhadap petugas KPPS.

“Tersangka datang sebagai pemilih ke TPS 071 di Karang Bolong, Ancol, dan tiba-tiba menyerang salah seorang anggota KPPS dengan mencekiknya,” kata Benny dalam keterangan tertulis, hari ini.

Benny mengatakan, tersangka terancam pidana penjara dua tahun dan denda sebesar Rp 24 juta.

Menurut Benny, dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, orang yang mengganggu prosesnya pemungutan surat bisa diancam pidana penjara dan denda.

Berbeda

Sementara itu, ratusan petugas kepolisian nampak berbeda ketika mengawal dan mengamankan sekelompok massa yang tengah menyampaikan pendapat di depan Kantor Bawaslu RI Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Ratusan petugas kepolisian Sat Brimobda Polda Metro Jaya itu tampil mengenakan sorban dan kopiah berwarna putih, meskipun mengenakan pakaian dinas lengkap.

Para petugas kepolisian ini ditempatkan tepat di pintu masuk Bawaslu RI.

Dengan tegap berdiri dibelakang kawat berduri, mereka nampak mengamati para massa yang tengah melakukan orasi diatas mobil komando, sesekali mereka nampak kekalahan karena diterpa sinar matahari yang cukup panas.

Meski susana demo cukup panas, namun kehadiran mereka nampak memberikan kesejukan tersendiri, apalagi saat ini masyarakat tengah menjalankan ibadah puasa.

Sedangka para peserta aksi unjuk rasa yang sebagian besar mengenakan pakaian serba putih tampak terus berorasi. Sesekali mereka juga meneriakkan takbir sambil mengibarkan bendera merah putih yang mereka bawa.

Unjuk rasa ini sendiri digelar guna mengawal BPN Capres 02 Prabowo-Sandi yang datang ke Gedung Bawaslu untuk melaporkan sejumlah dugaan kecurangan yang dilalukan pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf.

Mereka juga menuntut penyelenggara Pemilu mendiskualifikasi pasangan petahanan tersebut. (JOS) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!