Tensi Darah Naik Akibat Kelelahan, Ketua KPU Kota Bekasi Dirawat di Rumah Sakit

oleh

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM — Tensi darah tinggi, membuat Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni harus dirawat di rumah sakit.

Nurul dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi sejak Rabu sore, (8/5/2019).

Diduga, Nurul kelelahan selama mengikuti proses rekapitulasi suara pemilu.

“Awal masuk RS tensi saya naik sampai 175/110, jadi disarankan untuk istirahat. Saat ini sudah membaik, tensi darah sudah normal,” kata Nurul saat ditemui Wartakota, di ruang perawatan RSUD Kota Bekasi, Jumat, 10 Mei 2019.
Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni, saat ditemui Wartakota, di ruang perawatan RSUD Kota Bekasi, Jumat, (10/2019).

Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni, saat ditemui Wartakota, di ruang perawatan RSUD Kota Bekasi, Jumat, (10/2019). (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

Awalnya, Nurul ragu untuk dirawat di rumah sakit.

Pasalnya, banyak pekerjaan yang harus ia jalani, terlebih sedang tahapan pleno rekapitulasi suara pemilu.

“Tapi setelah saya berpikir, memang kalau saya tidak istirahat pasti saya kepikiran dengan pekerjaan, kemudian kalau istirahat di rumah juga kan ada anak-anak engga bisa istirahat. Akhirnya saya nurut apa kata dokter untuk di opname. Ya sudah akhirnya dirawat disini (RSUD),” ujarnya.

Apalagi setelah melihat aturan, kata Nurul, rapat pleno rekapitulasi tetap bisa dilanjutkan meskipun tidak dihadiri Ketua KPU.

“Tapi teman-temen tetap lanjutkan proses pleno, karena masih kuorum karena masih ada empat komisionir,” kata dia.

Ia mengatakan, awal sebelum masuk ke rumah sakit, sudah tiga hari ini merasa sakit kepala secara berpindah-pindah alias migran dari awal dimulainya rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kota pada Sabtu (4/5/2019). Tetapi sakitnya itu kadang ada kadang tidak sehingga ia biarkan begitu saja.

Puncaknya, pada Rabu (8/5/2019) siang, ia merasakan sakitnya semakin parah akhirnya memutuskan untuk diantarkan ke Instalansi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Bekasi.

“Karena sudah tidak tahan sakitnya, setelah dicek ternyata tensi darah saya tinggi 175/110. Dan disarankan dirawat,”katanya.

Adapun kondisi Nurul hari sudah berangsur membaik, tensi darahnya juga sudah turun menjadi 130/80.

“Tensi sudah turun tinggal sakit kepalanya saja, makanya pagi ini saya habis di CT Scan, mudah-mudahan hasilnya engga ada yang mengkhawatirkan,” katanya.

Nurul menambahkan hasil CT Scan itu yang bakal menentukan apakah dirinya sudah boleh pulang atau tidak.

“Hasilnya baru keluar besok, hasilnya itu nanti jadi penentu apakah saya boleh pulang atau tidak,” ungkapnya.

Saat ditanyakan apakah kapok menjadi ketua KPU atau berkecimpung di KPU, Nurul tegas menjawab tidak.

Nurul menyebut itu sudah bagian dari resiko dari pekerjaan yang diembannya. Terlebih sebagai penyelenggara Pemilu ini.

“Saya engga kapok, karena ini suatu resiko pekerjaan. Dari awal masuk saya sudah tahu reskio yang bakal saya hadapi. Yang jelas saat ini saya masih merasa nyaman karena sesuai passion saya yang aktif selalu dalam kegaiatan sosial politik semasa kuliah dan sekolah lalu,” paparnya. (MAZ) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!