Dari Lima Daerah Yang Sudah Ditetapkan di Jabar, Jokowi-Ma’ruf Hanya Menang di Kota Banjar

oleh

Proses rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 2019 wilayah Jawa Barat masih terus berlangsung. Hingga Kamis (9/5/2019), sudah ada sembilan daerah yang sudah dibahas.

Namun, baru lima daerah yang sudah ditetapkan.

Hasil perolehan suara sementara, pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih unggul dari pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Di Kabupaten Tasikmalaya, Prabowo-Sandi mengoleksi 729.024 suara, sementara Jokowi-Ma’ruf mendapat 302.132 suara.

Di Kota Sukabumi, Prabowo-Sandi kembali unggul dengan raihan 139.106 suara, sedangkan Jokowi-Ma’ruf mendapat 61.835 suara.

Bergeser ke Kabupaten Majalengka, Prabowo-Sandi mendapat 425.877 suara, sementara Jokowi-Ma’ruf memperoleh 252.373 suara.

Adapun di Kabupaten Sumedang, Prabowo-Sandi mendapat 408.929 suara, sementara Jokowi-Ma’ruf memperoleh 310.579 suara.

Berbeda dengan empat daerah sebelumnya, di Kota Banjar pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul tipis dengan raihan 63.295 suara, sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 55.732 suara.

Hingga saat ini, proses penghitungan masih terus dikebut. Rencananya, proses penghitungan akan dilakukan hingga paling lambat Sabtu (11/5/2019) nanti.

“Yang sudah ditetapkan Kabupaten Tasikmalaya, Kota Sukabumi, Kabupaten Majalengka, Kota Banjar dan Kabupaten Sumedang. Untuk Kuningan, Garut masih dilakukan proses perbaikan data pemilih,” kata Ketua KPU Jabar, Rifqi Alimubarok di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Kamis petang.

Dari hasil rapat pleno, sambung Rifqi, tidak ada masalah dalam perolehan hasil suara. Hanya saja, ada sejumlah daerah yang memiliki persoalan pada sinkronisasi data pemilih.

“Kalau hasil tidak ada masalah, nanti kami akan melakukan rapat kordinasi untuk bisa memperbaiki data pemilih yang sudah disusun di tingkat kota dan kabupaten. Kami akan lakukan koreksi,” ungkapnya.

Ia menyebut, permasalahan selisih angka pada daftar pemilih sudah ada dari tingkat kecamatan. Ia menduga, selisih itu terjadi akibat kekeliruan saat panitia pemilihan kecamatan (PPK) memasukan data.

“Jadi ketahuannya di provinsi, dan itu sudah diketahui oleh Bawaslu hasil verifikasinya,” jelasnya.

Uri.co.id “Dari 5 Daerah di Jabar, Jokowi-Ma’ruf Hanya Menang di Banjar”, ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!