Ziarah dan Sholat di Makam Ulama dalam Kelenteng Konghucu, Satu-Satunya yang Ada Tempat Wudu

oleh

Kelenteng Pan Kho Bio atau Vihara Maha Brahma yang terletak di kawasan Pulo Geulis, Kota Bogor, Jawa Barat menggambarkan wajah persatuan dalam keberagaman Indonesia.

Pasalnya, kelenteng yang didirikan sejak tahun 1703 ini selain menjadi tempat ibadah Konghucu.

Di dalam kelenteng ini juga terdapat makam dan petilasan ulama-ulama zaman Kerajaan Pajajaran.

“Memang ini bungkusnya kelenteng tapi ini juga sudah menjadi cagar budaya situs megalitikum, dan disini berbagai macam kegiatan, ada mahasiswa, wisata sejarah, wisata religi,” ujar Bram, pengelola kelenteng kepada Warta Kota, Selasa (7/5/2019).

“Karena di sini selain kelenteng juga ada makam dan petilasan ulama-ulama zaman Kerajaan Pajajaran,” tambah Bram sambil menunjuk makam.

Kelenteng Pan Kho Bio atau Vihara Maha Brahma yang terletak di kawasan Pulo Geulis, Kota Bogor, Jawa Barat. DI sini ada makam dan petilasan ulama-ulama zaman Kerajaan Pajajaran.

Kelenteng Pan Kho Bio atau Vihara Maha Brahma yang terletak di kawasan Pulo Geulis, Kota Bogor, Jawa Barat. DI sini ada makam dan petilasan ulama-ulama zaman Kerajaan Pajajaran. (Warta Kota/Gisesya Ranggawari)

Karena selain tempat ibadah penganut Konghucu Kelenteng ini juga merupakan makam ulama era Kerjaaan Pajajaran.

Bagian belakang altar kelenteng terdapat ruangan khusus yang dapat digunakan untuk sholat.

Ruangan yang dibangun sejak 2007 itu sengaja dibuat untuk para peziarah yang datang ke petilasan leluhur keluarga Kerajaan Pajajaran yang merupakan tokoh penyebar agama Islam, yakni Eyang Sakee dan Eyang Jayaningrat.

Makam para leluhur ini juga dilengkapi dengan peralatan sholat dan Alquran jika pengunjung ingin langsung melakukan ibadah sholat dan ziarah kepada makam ulama yang berlokasi di dalam kelenteng.
Kelenteng Pan Kho Bio atau Vihara Maha Brahma yang terletak di kawasan Pulo Geulis, Kota Bogor, Jawa Barat.

Kelenteng Pan Kho Bio atau Vihara Maha Brahma yang terletak di kawasan Pulo Geulis, Kota Bogor, Jawa Barat. (Warta Kota/Gisesya Ranggawari)

Selain peralatan ibadah untuk umat muslim, di kelenteng ini juga terdapat tempat wudu laki-laki dan perempuan.

“Sebenarnya bukan musala, tapi itu ada makam petinggi muslim bisa digunakan untuk sholat, kami tiap malam Jumat juga mengadakan pengajian di situ,” kata Bram.

“Di sini juga ada tempat wudu, mungkin di kelenteng ini satu-satunya yang punya tempat wudu,” imbuh pria berkumis itu sambil menunjuk lokasi wudu.

Kelenteng dan Cagar Budaya Ulama zaman Kerajaan Pajajaran ini sendiri dibuka setiap hari (selain hari besar) dari pukul 08.00 WIB pagi sampai pukul 17.00 WIB sore. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!