Liliyana Natsir Bicara Peluang Indonesia di Sudirman Cup 2019; Setiap Sektor Harus Tanggung Jawab

oleh

Legenda bulutangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir buka suara tentang peluang skuad Indonesia di kejuaraan Sudirman Cup 2019 pada 19 Mei mendatang.

Liliyana menyebut peluang tim Indonesia membawa pulang Piala Sudirman masih terbuka lebar asalkan setiap sektor harus tanggung jawab memberikan poin.

Meski perempuan yang lebih akrab disapa Butet itu mengakui Indonesia masih bertumpu pada sektor ganda di Sudirman Cup nanti.

“Ada kans buat juara di Sudirman Cup 2019 asalkan masing-masing sektor harus tanggung jawab, jangan terlalu mengandalkan ganda campuran, ganda putra,” ujar Butet kepada Warta Kota, Kamis (2/5/2019) kemarin di Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat.

Butet menilai, pada setiap pertandingan tidak ada yang bisa diprediksi secara mutlak, banyak kemungkinan jika yang diunggulkan bisa tumbang.

Maka dari itu, Butet berharap mindset atau pemikiran skuad yang dipilih PBSI untuk berjuang di Sudirman Cup bisa bertanggung jawab menghasilkan poin.

“Namanya permainan kan tidak ada yang pasti, bisa saja meleset. Nah kalau hanya mengandalkan sektor tertentu kan kalau ternyata kalah kan bahaya,” papar peraih medali emas Olimpiade 2016 itu.

“Jadi saya berharap mindset tim di Sudirman ini punya tanggung jawab dan berpikiran harus memikul beban sama-sama,” imbuhnya.

Jika harus menilai sektor spesialisnya, ganda campuran, Butet berharap ganda campuran nomor 1 Indonesia saat ini yaitu Hafiz Faizal dan Gloria Widjaja bisa menampilkan performa yang stabil.

“Saya bilang sih stabil ya, memang kita lihat Hafiz dan Gloria sudah mulai naik. Tidak ada yang tidak mungkin kok. Semua punya kesempatan. Yang penting stabil,” tutur Butet yang memutuskan gantung raket Januari 2019 lalu.

Sudirman Cup sendiri merupakan turnamen beregu bulutangkis yang memainkan lima sektor sekaligus, yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.

Terakhir Indonesia menjuarai Sudirman Cup adalah pada saat pertama kali digelar tahun 1989 di Jakarta, setelahnya Indonesia selalu menyerah dari China yang sudah mengoleksi 10 gelar dan Korea Selatan 4 gelar. (M17)

()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!