Dinas LH Bekasi Cecar Karyawan Pabrik | Jakarta Uri.co.id

Jakarta Uri.co.id

Menu

Dinas LH Bekasi Cecar Karyawan Pabrik

Dinas LH Bekasi Cecar Karyawan Pabrik
Foto Dinas LH Bekasi Cecar Karyawan Pabrik

WARTA KOTA, BEKASI — Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pabrik di daerah Jalan Raya Narogong, Rawalumbu, Kota Bekasi pada Kamis (28/9) siang.

Dalam sidak itu petugas memeriksa alat Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) milik perusahaan yang ada di wilayah setempat.

Pantauan Warta Kota, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kustantina tampak berdialog dengan petugas PT Jeil Indonesia yang bergerak di bidang jasa sablon dan bordir.

Kustantina meminta klarifikasi kepada petugas soal keberadaan kain majun atau kain lap yang digunakan untuk membersihkan berkas sisa sablon yang mengandung bahan kimia solfen.

Bahkan nada Kustantina tampak meninggi begitu jawaban yang disampaikan karyawan pabrik tidak sesuai dengan pertanyannya.

“Saya menanyakan, kain majun yang habis digunakan itu dikemanakan?” tegas Kustantina kepada salah seorang karyawan perempuan bernama Ana.

Dengan nada kembali meninggi, Ana menyatakan bahwa kain majun setiap bulan diambil oleh Dinas Kebersihan Kota Bekasi untuk dimusnahkan.

“Di sini kita tidak bisa memusnahkan dengan cara dibakar karena dilarang oleh sejumlah perusahaan di sini,” kata Ana kepada para petugas.

Ana menjelaskan, setiap hari kain majun yang digunakan untuk membersihkan bekas sisa sablon mencapai 5 kilogram.

Setiap hari kain itu diambil oleh karang taruna untuk diserahkan ke Dinas Kebersihan agar dimusnahkan.

“Setiap bulan kami bayar Rp 350.000 untuk jasa pengangkutan kain majun,” jelas Ana sambil menunjukkan kain majun.

Petugas yang menanggap kain majun itu lantas mengendus aromanya.

Petugas menyebut, kain tersebut beraroma solfen yang mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Kabid Penaaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup, Sugiono mengatakan, bahan kimia berbahan solfen digunakan pabrik untuk membersihkan berkas tinta.

“Seperti tinner saja untuk membersihkan cat atau tinta,” kata Sugiono.

Menurut Sugiono, limbah kain majun yang terkontaminasi solfen harus ditangani dengan baik. Kalau tidak, kata dia, akan berdampak pada kerusakan lingkungan. (faf) (uri/anni/ndi/zalia/BAA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Jakarta Uri.co.id